Tim SAR Hentikan Pencarian Dua Pendaki Asal Jambi Yang Menghilang Di Gunung Dempo

Tim SAR gabungan secara resmi telah menghentikan proses pencarian dua pendaki yang berasal dari Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan setelah melakukan 10 hari pencarian yang tidak membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan secara resmi telah menghentikan proses pencarian dua pendaki yang berasal dari Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan setelah melakukan 10 hari pencarian yang tidak membuahkan hasil.

Koordinator tim pencarian, Benteng Telau di Pagaralam, 31 Oktober 2019 mengatakan bahwa tim SAR gabungan yang berjumlah 70 irang ini telah menyisir semua titik di Gunung Dempo untuk mencari kedua pendaki tersebut yaitu M. Fikri Sahdilah dan Jumadi.

"Sesuai dengan SOP pelaksanaan Operasi SAR Basarnas dan evaluasi menyeluruh bersama potensi SAR diputuskan pelaksanaan Operasi SAR pencarian kedua pendaki ditutup para 31 Oktober 2019," kata Benteng.

Tim SAR Hentikan Pencarian Dua Pendaki Asal Jambi Yang Menghilang Di Gunung Dempo.jpg, Oct 2019

Menurutnya SOP pencarian dan pertolongan sudah dijalankan secara maksimal oleh tim gabungan Basarnas Pos SAR Pagaralam, BPBD Pagaralam, Tagana Pagaralam dan berbagai elemen pencintan alam beserta unsur TNI/Polri.

Walaupun pencarian ditutup, namun petugas akan terus memantau dari Pos SAR Pagaralam sebab tidak tertutup kemungkinan bahwa Operasi SAR akan kembali dibuka jika terdapat petunjuk yang akurat mengenai keberadaan dari kedua pendaki yang hilang tersebut.

"Kami sudah mencoba sebisanya, kami harap keluarga dari kedua pendaki tersebut dapat berbesar hati dan ikhlas menerima hasil dari pencarian ini," katanya.

Sebelumnya, Fikri Sahdilah dan Jumadi berasal dari Kabupaten Muaro Bungo, Jambi dan berangkat bersama ke Pagaralam pada Minggu, 13 Oktober 2019.

Keduanya melakukan kontak terakhir kepada keluarga dengan menginformasikan bahwa mereka berdua telah berada di lereng Gunung Dempo untuk melakukan pendakian ke puncak gunung.

Setelah itu kedua korban dinyatakan hilang kontak pada 15 Oktober 2019 tetapi Basarnas Pos SAR Pagaralam baru mendapatkan laporan resmi dari keluarga korban pada 22 Oktober atau seminggu setelah kontak terakhir keduanya dengan pihak keluarga. Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung dibentuk untuk melakukan pencarian.

Koordinator Pos SAR Pagaralam, Alparis ZM menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian tim menemukan beebrapa barang milik salah seorang pendaki yang telah dikonfirmasi oleh keluarga.

"Setelah proses pencarian yang cukup panjang selama tujuh hari, Basarnas Palembang sebagai pengarah dalam pencarian dan pertolongan memutuskan untuk menambah masa pencarian selama tiga hari akan tetapi setelah perpanjangan masa pencarian tidak menemukan hasil apapun," kata Alpariz.