Acara Keduri Asosiasi Jeep Merapi Berlangsung Aman Walaupun Merapi Erupsi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan telah terjadi semburan awan panas di Gunung Merapi pada 14 Oktober 2019 pukul 16.13 WIB.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan telah terjadi semburan awan panas di Gunung Merapi pada 14 Oktober 2019 pukul 16.13 WIB.

Sebelum peristiwa Gunung Merapi menyemburkan awan panas, tengah berlangsung acara Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi yang bertajuk "Kenduri Raya Sewu Jip Merayap Merapi" sebagai peringatan ulang tahun keempat dari perkumpulan tersebut. Acara ini melibatkan lebih dari 1.000 jip yang dimiliki oleh anggota dari AJWLM.

Acara asosiasi ini mengambil start dari lapangan Boyong Kaliurang yang kemudian dilanjutkan ke bunker Kaliadem yang akan menjadi pusat kenduri dan doa dengan melibatkan warga sekitar.

"Iya, letusan itu tepat dengan akhir acara," kata panitia dari Kenduri Raya Sewu Jip Merayap Merapi, Eko Nurcahyono.

Acara Keduri Asosiasi Jeep Merapi Berlangsung Aman Walaupun Merapi Erupsi.jpg, Oct 2019

Eko yang juga menjabat sebagai Sekretaris dari AJWM menjelaskan bahwa peristiwa letusan Merapi tersebut tidaklah menganggu acara yang mereka miliki karena seluruh rangkaian acara telah selesai.

"Masih aman dan tidak ada apa-apa karena peristiwa sepert ini hampir setiap hari terjadi, jadi amanlah," jelasnya.

Eko menambahkan bahwa ketika letusan ini terjadi sebagian besar peserta masih berada di lokasi acara dan sebagian jip wisata bahkan masih melayani para wisatawan.

BPPTKG sebelumnya menyebut bahwa terdapat awan panas pada letusan Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019. Awan panas terekam di seismogram dengan durasi hingga 270 detik dan amplitudo sebesar 75 mm. Letusan ini membentuk kolom setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak. Sedangkan pada saat kejadian, angin tengah berhembus ke arah Barat Daya.

Pada acara kenduri raya ini, beberapa acara dilakukan untuk memeriahkan HUT ke-4 dari AJWLM. Dari bunker Kaliadem, pasukan bergada yang berasal dari Dusun Kepuharjo mengisi aksi kesenian Jathilan yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pelepasan burung ke habitatnya.

"Pelepasan burung ini dilakukan sebagai salah satu simbol dari pelestarian lingkungan masyrakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Masyarakat lokal mempercayai bahwa burung merupakan mitigasi alam untuk memberikan informasi terkait dengan aktivitas Gunung Merapi," jelasnya.

Perayaan Kenduri juga diisi dengan bersih-bersih bunker di Kaliadem sebagai tempat dimana anggota AJWLM berkumpul untuk melakukan aktivitas pariwisata di lereng Gunung Merapi. Selama perayaan kenduri ini, anggota juga memberikan layanan gratis naik jip bagi masyarakat yang mengikuti acara ini.

Setelah acara selesai di bunker Kaliadem para peserta kembali meunju Lapangan Bouong Kaliurang untuk mengikuti pengundian door prize dan hiburan di panggung utama.

Tidak hanya anggota asosiasi yang terlibat dalam acara ini akan tetapi seluruh elemen masyarakat dan pariwisata yang selama ini terlibat dalam aktivitas di lereng Merapi juga mengikuti acara ini. Beberapa pihak yang mengikuti acara ini adalah Paguyuban Fotografer Merapi, Asosiasi Hotel dan Penginapan Merapi, pedagangan hingga relawan.