Taman Nasional Gunung Rinjani Ingin Galakan Sosialisasi Untuk Mencegah Pembalakan Liar Kembali Terjadi

Kerusakan hutan parah yang terjadi di Gunung Rinjani ini menjadi sebuah cerminan berlawanan dengan pengelolaan ekologi yang sustainable.

Kerusakan hutan parah yang terjadi di Gunung Rinjani ini menjadi sebuah cerminan berlawanan dengan pengelolaan ekologi yang sustainable.

"Yang pastinya, perusakan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab ini telah melanggar prinsip pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk menghindari berbagai resiko dari bahaya bencana alam," jelas General Manager Geopark Rinjani Chairul Mahsul mengenai pembalakan liar di Gunung Rinjani.

Menurut Chairul, NTB terutama Lombok memiliki dua atribut penghargaan bergengsi dari UNESCO yang diterima pada tahun 2018 dan bertahan hingga sekarang. Dua predikat tersebut adalah UNESCO Global Geopark dan cagar biosfer.

"Lombok itu memiliki dua atribut UNESCO yaitu Biosphere Reserve dan Global Geopark. Keduanya memiliki persyaratan pembangunan dan pelestarian yang berkelanjutan termasuk sumber daya alam yang harus dijaga," jelasnya.

Taman Nasional Gunung Rinjani Ingin Galakan Sosialisasi Untuk Mencegah Pembalakan Liar Kembali Terjadi.jpeg, Sep 2019

Perambahan Hutan Pesugulan yang berada di area administratif Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur telah terjadi dan mengakibatkan kerusakan pada hutan tersebut sehingga diperlukan sosialisasi dan koordinasi antar sektor.

Kesadaran warga juga harus ditingkatkan untuk pengelolaan sumber daya alam yang ada dengan benar sehingga diperlukan ketegasan dalam setiap upaya pembinaan.

"Perambahan di Bebidas saja yang mau dilakukan penegakan hukum oleh polisi di ramaikan dan di protes oleh warga. Jadi, bagaimana mau diperlihara mata airnya," lanjutnya.

Upaya pelestarian situs biologi geologi dan budaya ini diharapkan dapat dilakukan dengan penguatan dari peran komunitas lokal sehingga dapat meminimalkan resiko kebencanaan sesuai dengan nilai suatu geopark.

"Bukan berlawanan akan tetapi pelanggaran hukum perambahan itu kan memang belum optimal diatasi oleh pihak kepolisian. TNGR juga tidak dapat berjalan sendiri jika tidak mendapatkan dukungan dari polisi ataupun pemda, kan?" tanya baik Chairul